BKKBN PROV. KALTENG ADAKAN KEGIATAN FASILITASI PEMBINAAN KELOMPOK BINA KELUARGA BALITA HOLISTIK INTEGRATIF (BKB HI) DI KAB. BARUT

Humas bkkbn kalteng: Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi kalimantan tengah mengadakan pertemuan Fasilitasi Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita Holistik Integratif di Kabupaten Barito Utara, Jumat (20/5/22).

Kegiatan ini dihadiri Koordinator KS/PK Bakti, SH sekaligus sebagai Narasumber mewakili Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Provinsi Kalimatan Tengah, Kepala Dinas Dalduk KBP3A Kabupaten Barito Utara Drs. H. Masdulhaq, M.Ap, Ketua Ikatan Bidan (IBI) Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Nurhani, S.St, M.Pd.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi kalimantan dalam sambutan  Yang di bacakan Oleh Bakti, SH  menyatakan “ Berdasarkan data yang terdapat dalam aplikasi Sistem Informasi Keluarga Terbaru (New SIGA) tahun 2022, diperoleh data bahwa jumlah kelompok BKB di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 838 kelompok. Dari Kelompok BKB tersebut, yang berstatus sebagai kelompok BKB HI baru sebanyak 228 kelompok. Yang sudah terintegrasi dengan Posyandu sebanyak 809 kelompok, dengan PAUD sebanyak 240 kelompok, dan 32 kelompok terpadu dengan program lainnya. Di Kabupaten Barito Utara, dari 53 kelompok BKB, ada 30 kelompok yang berstatus BKB HI. Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden No. 72 tahun 2021, BKKBN mendapat mandat dari Bapak Presiden untuk menjadi Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam waktu yang lama ditandai dengan tubuh pendek, yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak. Penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal serta produktivitas rendah. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi yang meliputi praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses ke makanan bergizi, serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. Data SSGI Tahun 2021, prevalensi stunting di Indonesia adalah 24,4% sedangkan prevalensi di Kalimantan Tengah adalah 27,4%. Kemudian untuk Kabupaten Barito Utara, data stunting mencapai 28,3% dan ini merupakan urutan tertinggi ketujuh setelah Kabupaten Seruyan dan Katingan. Capaian-capaian ini masih di atas standar dari Badan Kesehatan Dunia WHO yang memberikan batas toleransi prevalensi stunting di suatu negara yaitu sebesar 20%. Target penurunan angka stunting di tahun 2024 adalah 14%, dan pada tahun 2022 semua 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah menjadi lokus Proyek Prioritas Nasional termasuk Kabupaten Barito Utara. Output dari pertemuan ini adalah diperolehnya strategi untuk meningkatkan keterpaduan kelompok BKB dan menambah jumlah keluarga yang mengikuti kegiatan BKB dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya di Kabupaten Barito Utara yang berasal dari saran/masukan perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan Mitra Kerja Lintas Sektor terkait”

Dalam hal lain Bakti, SH Mengucapkan banyak terimakasih Kepada Drs. H. Masdulhaq M.Ap karena walau beliau akan memasuki massa purna tugas pada tgl 1 Juni 2022 beliau tetap semangat dan bersedia mendukung penuh program dan kegiatan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sisi diskusi Hj.Nurhani S.st, M.pd selaku ketua IBI prvonsi kalimantan tengah, Beliau mengatakan “Mempersiapkan generasi penerus tidak hanya 1-2 tahun, tp untuk jangka Panjang, dalam buku KIA, ada lembaran kecil P4, di stiker itu, kalau masyarakat sudah mempersiapkan p4, maka akan  bisa mempersiapkan generasi yg berkualitas”.