Gaya Berkomunikasi, Sebuah Kunci Keharmonisan Remaja dan Orang Tua

Fase remaja merupakan fase dimana mereka mencari jati diri, sehingga peran orang tua tidak terlepas untuk membimbing mereka ke arah yang lebih baik. Pada fase ini, remaja cenderung tidak cocok untuk diajak berkomunikasi dengan cara yang otoriter seperti memerintah dan mengatur, hal ini karena mereka akan mengganggap orang tua sebagai sosok yang mengancam serta tidak mampu mengerti diri remaja.

Sebagai orang tua yang baik terlebih di era modernisasi saat ini, untuk berkomunikasi dengan remaja lebih cocok dengan gaya komunikasi layaknya seperti seorang teman. Orang tua dapat mengajak anak mengobrol dengan santai, tidak menggurui serta tidak berkesan memberikan penilaian. Dengan gaya berkomunikasi seperti ini, remaja akan merasa diri mereka aman dan nyaman dalam mendengarkan orang tua, karena orang tua dianggap mampu mengerti posisi diri sang anak.

Keluarga sebagai wahana utama dan pertama dalam pembangunan bangsa, memiliki peran dan tanggungjawab yang besar dalam mewujudkan keluarga berkulitas. Untuk mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan kepada keluarga yang memiliki remaja, agar keluarga dapat membina dan mengasuh remaja sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab, berakhlaq, berperilaku sehat, dan hidup sesuai norma yang berlaku.

Pengasuhan dan pembinaan remaja dapat dilakukan melalui komunikasi yang efektif antara remaja dan orang tua. Komunikasi efektif telah diketahui merupakan pengaruh yang paling penting terhadap pembentukkan sikap dan perilaku remaja. Orangtua diharapkan menjadi sumber informasi dan pendidik utama tentang kesehatan reproduksi dan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

 

Oleh: Adithiya Wiradinatha Saputra