Lawan Stunting, BKB Adalah Solusi

            Kerdil (stunting) pada anak merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Hal ini karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Saat ini, Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi dengan tingkat penderita stunting yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat melalui data Bappenas dari tahun 2018 hingga tahun 2020, penderita stunting sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) menunjukkan angka 26.050 baduta (anak usia bawah dua tahun). Berdasarkan data, penderita stunting tertinggi ada di wilayah Kabupaten Kotim, yakni mencapai 35-36 persen atau dapat dikatakan dari 10 orang penduduk terdapat 3-4 orang anak penderita stunting. Situasi ini jika tidak diatasi dapat mempengaruhi kinerja pembangunan yang menyangkut berbagai aspek.

Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, namun, pola asuh perlu untuk dilakukan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab stunting yaitu:

  1. Praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan.
  2. Masih terbatasnya layanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan.
  3. Masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi.
  4. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

Melalui program Bina Keluarga Balita, Perwakilan BKKBN Kalteng terus berupaya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan orang tua untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Berbagai pelayanan yang dilakukan saling bersinergi dalam rangka memenuhi kebutuhan esensial anak secara utuh.

Disamping hal tersebut, saat ini Indonesia sedang dilanda Virus Corona. Berbagai kebijakan telah ditetapkan pemerintah untuk menghadapi hal tersebut, salah satunya dengan menerapkan Working from Home bagi para pekerja (orang tua). Menurut BKKBN, hal ini merupakan sebuah momen penting bagi para orang tua untuk memberikan pola asuh lebih kepada anak, pemberian makanan yang bergizi, serta pemberian ASI secara eksklusif. “Stunting harus dicegah secara cepat khususnya melewati program BKB. Selain itu, adanya wabah Corona yang terjadi sekarang, jadikan hal ini agar orang tua lebih dekat dengan anak,” tegas Lilis Aneta, Kepala Sub Bidang Bina Keluarga Balita, Anak, dan Lansia Perwakilan BKKBN Kalteng.

 

Penulis   :   Adithiya Wiradinatha Saputra