5 Transisi Kehidupan Remaja, Bagai Alur Untuk Mencapai Kesejahteraan

Remaja merupakan aset bangsa di masa depan. Kemajuan suatu bangsa akan ditentukan oleh remaja saat ini. Oleh sebab itu, remaja sudah seharusnya mempersiapkan bekal untuk berkiprah membangun masyarakat serta tidak mudah terjebak di berbagai kenakalan remaja.

Berawal dari permasalahan ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional memiliki sebuah tugas pokok dan fungsi yang telah diamanatkan pemerintah untuk membina remaja agar menjadi generasi yang berkualitas. Salah satu program yang terdapat di BKKBN yaitu program Generasi Berencana (GenRe). Program GenRe mencakup banyak hal yang berkaitan seputar permasalahan dalam kehidupan remaja saat ini, salah satunya adalah 5 transisi kehidupan remaja.

5 transisi ini dapat diibaratkan seperti proses menuju remaja yang berkualitas. Transisi kehidupan yang pertama adalah mempraktekkan hidup sehat, salah satunya menghindari persoalan remaja yang marak terjadi saat ini. Kedua, yaitu remaja dapat menyelesaikan pendidikan/sekolah hingga selesai. Ketiga, yaitu remaja dapat mencari pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki. Keempat, remaja mampu menjadi anggota masyarakat dan menjadi warga negara yang baik. Kelima, yaitu memulai kehidupan berkeluarga, dimana remaja diharapkan mampu menikah pada usia ideal (minimal 21 tahun pada wanita dan 25 tahun pada pria). “5 transisi ini bagaikan alur menuju remaja yang berkualitas,” tegas Dison, Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi Perwakilan BKKBN Kalteng.

Tentu, untuk melewati 5 transisi ini dibutuhkan komitmen yang kuat dari remaja Indonesia. Pemerintah berharap, remaja sebagai tonggak kemajuan bangsa di masa depan dapat menjadi generasi yang berkualitas agar Indonesia mampu menjadi negara yang maju dalam menyongsong Indonesia emas di tahun 2045. Tentu tidak mustahil jika remaja yang berperilaku jauh dari kenakalan remaja, akan membawa kesejahteraan bagi Indonesia.

 

Penulis   :  Adithiya Wiradinatha Saputra