WEBINAR NASIONAL 100 PROFESOR BICARA STUNTING, KALTENG HADIRKAN 3 PROFESOR SEBAGAI PEMBICARA

Dalam rangkaian momentum Hari Keluarga Nasional ( HARGANAS ) Ke-28 Tahun 2021 Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Wabinar Nasional 100 Profesor Bicara Stunting, dalam kegiatan yang pelaksanaanya¬† difokuskan di ruang belajar Balatbang BKKBN Prov.Kalteng, Selasa (06/06/2021) dan menghadirkan 3 Profesor dari Perguruan Tinggi di Kalimantan Tengah sebagai Pembicara dengan mengikuti kegiatan secara virtual yakni Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin (Dekan Fakultas Kedokteran UPR) dengan materi Penerapan Spesific Community Development ( SCD ) berbasis Keluarga Dalam Rangka Pengendalian¬† Stunting, Prof. Dr. Ir. Bambang S. Laut, Msi (Ketua Program Doktor Ilmu Lingkungan UPR) dengan materi Bonus Demografi dan¬† Persoalan Stunting di Kalimantan Tengah, Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag (Wakil Rektor I IAIN Palangka Raya) dengan materi support System Keluarga “Kunci” Pencegahan Stunting.

Prof. Samsul Arifin dalam materinya antara lain beliau memaparkan bahwa ” Stunting Penyebab Multi Dimensi yaitu Gagal Tumbuh /pendek (TB/U), Kurus (BB/U), Gagal Kembang (Gangguan Kongnitif, lambat menyerap pengetahuan, lemah di matematika, Stunting (pendek dan defisit kognitif), Gangguan Metabolisme Tubuh (potensi untuk terkena penyakit tidak menular), Penurunan Kecerdasan Kerentanan Terhadap Penyakit (tingkat kecerdasan anak Indonesia urutan 64 terendah dari 65), Menghambat Pertumbuhan Ekonomi dan Produktifitas Pasar Kerja, Memperburuk kesenjangan/Inequality. Dan Prof. Bambang S. Laut dalam paparanya beliau juga antara lain menjelaskan bahwa penyebab stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, Pendidikan (semakin tinggi pendidikan maka SDM semakin produktif, Kesehatan (ketidaktahuan orang tua terhadap soal gizi anak saat hamil s/d umur 2 tahun (1000 hari pertama kghidupan), Ekonomi (naiknya harga barang mengurangi daya beli/buah,sayur,susu,daging,ikan) selanjutnya Prof. Hj. Hamdanah diakhir pemaparan materi beliau menyimpulkan bahwa “seorang anak dapat mengami stunting bila orang tua tidak memberikan gizi yang seimbang sejak masa kehamilan.Bila asupan gizi kurang maka anak akan rentan terkena penyakit-penyakit seperti infeksi (secara langsung),sementara secara tidak langsung stunting disebabkan oleh pola asuh khususnya ibu, ketersediaan pangan ditingkat rumah tangga, sanitasi lingkungan dan pelayanan kesehatan.

Disisi lain Kepala BKKBN Prov. Kalteng Mhd. Irzal, SE, ME dalam sambutanya menyatakan bahwa ” keluarga sebagai lingkungan yang paling nyaman untuk membina dan membimbing anggota-anggota keluarga dalam beradaptasi dari lingkungan fisik maupun dalam lingkungan budaya dimana ia berada untuk menciptakan generasi yang unggul dan berkualitas” (Humas)